- Advertisement -spot_img
22.4 C
Indonesia
HomeAgribisnisCara Sukses Menanam Cabe Untuk Peluang Bisnis Rumahan

Cara Sukses Menanam Cabe Untuk Peluang Bisnis Rumahan

- Advertisement -spot_img

#1 – Mengetahui Macam-Macam Jenis Cabe.

Dipasar tradisional terdapat 6 jenis cabe yang populer yaitu cabe merah keriting, cabe hijau keriting, cabe rawit merah, cabe rawit hijau, cabe merah besar dan cabe hijau besar. Cabe yang paling pedas adalah cabe rawit merah, sedangkan cabe yang paling mahal adalah cabe merah besar.

Sesuaikan jenis cabe yang ingin dibudidaya. Semua jenis cabe bisa ditanam di pekarangan rumah.

#2 Peralatan Bertanam.

Alat bertanam cabe biasanya terdiri dari, benih cabe, media semai (traypot), media tanam (tanah humus), pot tanam, alat semprot, sekop kecil, sarung tangan dan pemberantas hama. Pupuk tanam juga sangat diperlukan, pastikan memilih pupuk khusus untuk tanaman cabe, agar tanaman cabe berbuah maksimal.

#3 Area Lahan.

Pekarangan rumah bisa menjadi area yang cukup untuk bertanam cabe dalam pot. Tidak perlu lahan besar. Menurut sumbere, bertani cabe di lahan persawahan di Provinsi Lampung, bahwa idealnya untuk 1 pohon cabe rawit dengan varietas cabe rawit jengki mampu menghasilkan setidaknya 10 sd 15 kg, dengan rentang waktu pemanenan sebanyak 10 kali saja, karena terkadang bisa lebih dari itu.

#4 Teknik Menyemai Benih.

Teknik semai agak ganpang-gampang susah. Semai merupakan proses pecah biji sampai muncul kecambah. Biasanya durasi sekitar semingguan biji cabe sudah bisa pecah. Caranya dengan merendam terlebih dahulu biji cabe, ambil biji cabe yang tenggelam saja, karena itu yang punya kualitas bagus. Lalu siapkan media semai, seperti traypot yang sudah diberikan media tanah. Lalu sebar biji cabe ke tiap-tiap traypot. Semprotkan larutan air dan pupuk cair organik agar pertumbuhan kecambah maksimal.

#5 Proses Pindah Tanam.

Ketika cabe berumur satu bulan, maka sudah waktunya bibit cabe berpinda tanam dari traypot ke pot tanam atau plastik polybag. Pilih pot tanam berukuran sekitar 30cm yang cukup untuk perkembangan akar tanaman. Setelah pindah tanam, maka selanjutnya proses perawatan sampai tanaman cabe panen.

bibit cabe tumbuh dalam polybag
bibit cabe tumbuh dalam polybag

#6 – Masa Perawatan.

Durasi penyiraman air dibuat lebih sering, untuk mencegah tanah kekeringan. Bisa dilakukan 3x sehari proses penyiraman. Pantau terus tanah jangan sampai terlalu kering. Biasanya sering terjadi pada musim penghujan. Gunakan pupuk padat, seperti butiran NPK atau pupuk jenis lainnya, yang disesuaikan untuk tanaman cabe.

Penanganan hama juga diperlukan agar tanaman tidak rusak. Hama yang umumnya menyerang tanaman dan buah cabe adalah trips, kutu daun apids, kutu daun persik, tungau, kutu kebul, lalat buah dan ulat grayak.

Pengendalian hama harus dilakukan dengan menyemprotkan insektisida. Penyemprotan hama dilakukan setiap minggu sesuai dosis yang diperlukan.

Serangan penyakit tertentu yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri akan semakin tinggi pada musim hujan. Oleh karenanya dianjurkan untuk menyemprotkan fungisida setiap minggu sesuai dosis yang diperlukan.

#7 – Panen Cabe

Panen tanaman cabe biasanya per 2 bulan sekali, dengan masa panen paling baik ialah pada saat buah cabai belum berwarna merah sempurna. Tanaman cabe dapat panen sebanyak 10x selama hidupnya. Sehingga potensi panen lebih besar dabn banyak.

Baca juga : Gampang! Cara Menanam Cabe di Dalam Pot Berbuah Lebat

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here