- Advertisement -spot_img
22.4 C
Indonesia
HomeAgribisnisGampang! Cara Menanam Cabe di Pot Berbuah Lebat

Gampang! Cara Menanam Cabe di Pot Berbuah Lebat

- Advertisement -spot_img

Dosis Pemupukkan Dasar.

Untuk pemupukan dasar yang digunakan dalam persiapan media tanam berguna sebagai salah satu penunjang kualitas media tanam yang digunakan sebelum memulai perawatan.

Pupuk bisa dibeli di toko tanaman, khusus tanaman cabe dengan takaran dosis 250 gram/potnya (untuk pupuk padat) dengan cara ditebar secara merata pada media tanam. Lalu semprot media tanam dengan cairan pupupk takaran dosis 25 ml/potnya dengan 1 gelas air mineral. Pastikan merata menyemprot pada media tanam dalam pot tersebut.

Sebelum pindah tanam ke media pot. Pilih pot yang memiliki ukuran diatas 30 cm, agar fasilitas tanam lumayan kuat mendukung pertumbuhan tanaman cabe yang rimbun. Dapat juga menggunakkan pot berasal dari model plastik (polybag) atau dapat juga gunakan wadah-wadah bekas yang tidak terpakai lagi, beri lubang dibagian bawah wadah untuk saluran drainase.

bibit cabe tumbuh dalam polybag
bibit cabe tumbuh dalam polybag
  1. Untuk mengeluarkan bibit cabe siap tanam bisa menggunakan bambu panjang berukuran sedang, kemudian keluarkan secara perlahan bibit tanaman cabai yang sudah semai dari polybag, pastikan akarnya keluar dengan baik atau tidak rusak
  2. Lakukan pemindahan ini kala pagi hari atau sore hari, dimana matahari tidak benar-benar terik untuk hindari stres terhadap tanaman.
  3. Lakukan pemindahan bibit secara hati-hati, jangan sampai membuat rusaknya perakaran tanaman. Buat lubang tanam terhadap pot sedalam 5 sampai 7 cm.
  4. Setelah tanam bibit tanaman cabe secara perlahan, tekan tanah secara perlahan hingga akar tanaman masuk kedalam secara tepat.

Merawat Tanaman Cabe Sampai Panen.

Jika tanaman cabe terlihat subur setelah masa tanam, maka dapat dipastikan juga sekitar tanaman akan ditumbuhi rerumputan liar yang tentu mengganggu pertumbuhan tanaman cabe. Maka lalukan pembersihhan rumput ataupun tanaman pengganggu seperti gulma yang akan dapat mengambil nutrisi dari tanah untuk tanaman cabe tersebut.

Batang tanaman cabe yang muda biasanya rentan patah atau bengkok, maka bisa menggunakan penopang seperti batang bambu sebagai penopang tanaman cabe agar tidak mudah patah/bengkok.

Kebutuhan air menjadi hal yang penting diperhatikan maka dari itu tanaman cabe sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari. Agar tetap menjaga kelembapan dalam tanah supaya tanaman tidak kering nantinya.

Pemupukan setelah 7 HST (Hari Setelah Tanam) sebagai salah satu perawatan penting pada masa awal tanam. Maka yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan bisa memberikan pupuk untuk cabe baru tanam masa perawatan dengan takaran dosis 5 ml/pot yang diaplikasikan setiap satu minggu sekali dengan cara disemprot secara merata.

Umur Cabe Siap Panen

Biasanya cabe yang sudah mulai berbuah dan bisa dipanen setelah berumur 2 – 3 bulan sejak bibit ditanam. Periode panen bisa berlangsung selama 6 bulan bahkan lebih.

Umur tanaman cabe rawit bisa mencapai 24 bulan. Frekuensi panen pada periode masa panen tersebut bisa berlangsung 15-18 kali. Namun semakin tua tanaman, produktivitasnya semakin rendah sehingga tidak ekonomis lagi untuk dipelihara.

Sumber: Tips Menanam Cabai di Pekarangan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here